26 Mei 2008

Mengukur Kain Kristik


Assalaamu'allaikum.
Sesekali kita mendapatkan pola kristik dengan desain menarik, tapi mengerutkan jidat sewaktu melihat ukuran yang tertera di pola tersebut hanya jumlah silangan mendatar dan tegak. Misalnya, pada pola gratis bulan April tertera 165 stitches wide by 165 stitches high (165 silangan mendatar X 165 silangan tegak). Hadoouwh, kristik jadinya sebesar apa? Butuh kain berapa kali berapa senti ukurannya?
Tidak perlu mengerutkan jidat. Senyum saja. Selain buat ibadah, senyum itu juga karena ini bukanlah hal yang serumit dugaan semula. Menghitung ukuran desain jadi dan kain yang dibutuhkannya sama sekali tidak susah.
Pertama, yang perlu kita tentukan adalah tipe ukuran kain yang akan kita jadikan media kerja kita. Katakanlah, karena ini yang umumnya tersedia, kita pilih kain 14ct. Ini artinya, dalam 1 inci kita akan membuat 14 tusuk silang.
Selanjutnya, kita mulai penghitungan untuk mengetahui ukuran desain jadi dari pola tadi. Caranya, kita bagi jumlah silangan mendatar ( stitches wide) dengan 14, dan hasilnya dikalikan 2.54 (untuk mengubah inci ke parameter cm).


165:14 = 11.785 inch
11.785 x 2.54 = 29.95 cm

Lakukan langkah yang sama untuk ukuran tegak. Kebetulan, karena desain contoh kita ini berbentuk bujur sangkar (sisi datar dan tegaknya berukuran sama), maka penghitungan untuk mengetahui panjang sisi tegak desain jadi menghasilkan angka yangsama, yaitu 29.93 cm. Artinya, untuk pola 165 x 165 stitches dimensi desain jadi = 29.93 X 29.93 cm, bulatkan saja jadi 30 x 30 cm.

Setelah kita ketahui ukuran desain jadi dari pola tersebut, tinggal tambahkan setidaknya 10 cm lebih dari ukuran kain yang kita perlukan. Tambahan ini bisa lebih atau kurang dari 10 cm, yang penting kristik yang sudah selesai nanti jangan sampai tidak bisa dibingkai karena tidak tersisa cukup kain untuk keperluan pemasangan pigura. Nah, kita dapati untuk pola itu kita membutuhkan kain 14ct berukuran 40 x 40 cm.


Lihat kan? Tidak perlu mengerutkan jidat lagi kalau menemukan pola yang hanya mencantumkan jumlah tusuk silang (stitch). Cukup bagi jumlah stitch mendatar dengan jumlah lubang kain per inci, lalu kalikan 2.54 untuk mengubahnya menjadi cm. Lakukan juga pada jumlah stitch tegak. Hasilnya adalah dimensi kristik jadi. Kemudian, tambahkan 10 cm baik pada sisi datar maupun sisi tegak. Hasil terakhir ini adalah dimensi kain yang diperlukan.

Bila sedang online, di bagian kanan blog ini ada kalkulator yang dapat membantu anda menghitung ukuran desain jadi dari suatu pola. Caranya gampang. Tinggal masukkan jumlah silangan mendatar dan tegak, lalu isikan jumlah lubang kain (ct) dan pilih parameternya (inci atau cm) lalu klik tombol hitung. Anda akan mendapat hasilnya dalam satuan inci dan cm sekaligus. Apakah harus online untuk memakai kalkulator tersebut? Tidak perlu. Cukup anda save halaman ini ke komputer anda, maka anda akan dapat memakainya secara offline. Tidak rumit, kan?
Semoga berguna.
Wassalaam.

25 Mei 2008

Kain untuk Membuat Kristik


Assalaamu'allaikum.
Kain yang dipergunakan untuk membuat kristik/tusuk silang ada beragam macamnya, dan lebih banyak lagi variasinya jika kita membedakan pula jenis kain ini dari bahan dasar serta pabrik pembuatnya. Kalau kita membeli paket kristik yang murah meriah di pasar, biasanya kita mendapat lembaran kasa plastik sebagai dasar untuk membuat kristik. Material ini bisa saja dipergunakan, tokh tidak ada yang membatasi penggunaannya hanya sebagai kasa penahan serangan nyamuk yang dipasang pada lubang angin di atas jendela/pintu. Tetapi, saya sendiri tidak memakainya untuk membuat kristik karena lubangnya besar-besar (boros, memakan lebih banyak benang untuk menutup bolong-bolongnya) dan sifatnya kaku pula sehingga mudah robek --terutama bila desain yang dikerjakan cukup besar. Untuk saya, kasa Plastik yang tadinya murah, ujung-ujungnya jadi sangat mahal karena biaya jengkel selalu susah terlunasi kalau di tengah pengerjaan ada bagian-bagian yang robek, seringnya menghabiskan waktu lumayan untuk menyiasatinya.
Weew, sebentar. Ini sekali lagi bukan larangan atau upaya menghalang-halangi penggunaan kasa plastik. Silakan saja memilih kasa plastik, untuk lubangnya yang besar bisa disiasati dengan pemilihan jenis benang yang seratnya lebih besar. Soal penyiasatan ini akan saya tulis di kesempatan mendatang. Di kesempatan pertama membahas kain ini, saya mau menulis yang tidak repot-repot dulu. Namun, bila terlanjur jatuh cinta pada plastik, sebaiknya gunakan lembar kain vynil yang ulet dan halus. Meski sama berbahan plastik, kain vynil ini sunggguh kebalikan dari bahan kasa plastik yang saya sebut pertama: kuat, halus, dan lentur. Tapi entah di mana pula toko yang menjualnya di Indonesia. Tambahan lagi, kain begini mahal harganya. Jadi, kain kristik yang ini tidak akan dibahas lebih lanjut. Lebih baik, untuk alasan praktis, gunakan kain yang terbuat dari katun atau mengandung campuran katun.
Nah, kain yang saya maksud adalah evenweave fabric yang memang dibuat untuk kerajinan semacam kristik ini. Istilah evenweave fabric menunjukkan serat tenunannya sama besar dan berjarak sama, menjadikan lembar kain memiliki pori-pori berbentuk kotak dengan jumlah vertikal sama dengan jumlah horisontalnya. Karena itulah, kain untuk kristik biasanya ditandai dengan "ct" atau "count", menunjukkan jumlah kotak/lubang per satu inci mendatar/tegak. Makin besar angkanya, makin kecil lubangnya: untuk kain ct11 ada 11 lubang sepanjang 1 inci, sedangkan untuk ct18 ada 18 lubang. Jenis kain ini yang paling populer, sepengetahuan saya yang tidak berpengetahuan luas bin mendalam, adalah Aida, Jobelan, Lugana, dan bermacam-macam kain Linen.
Aida, yang menurut Wikipedia dinamai begitu berdasarkan opera Verdi dengan judul sama, paling digemari karena lubang-lubangnya yang terlihat jelas. Cocok untuk pemula atau mereka yang bermata bolor (seperti saya, ihik). Sifat-sifat Aida yang berasal dari serat katun, menjadikan kain ini mudah dicuci, tahan lama, dan lembut di tangan. Sebagian besar kain Aida berbahan katun, banyak yang 100% katun, tetapi Aida dengan campuran serat rayon juga banyak di pasar. Mutunya tidak sebaik katun murni, tapi harganya lebih murah.
Berikut ini adalah contoh Aida:
Jenis kain Aida mulai dari 6ct hingga 22ct, dengan ukuran di atas 18ct lazim dipakai untuk membuat petite-stitch. Aida yang paling sering dipakai untuk kristik (cross stitch) adalah 14ct dan, sesekali, 16ct. Saking terbiasanya dengan ukuran ini, banyak perajin kristik menyebut ukuran 14ct ini sebagai ukuran "normal", ukuran di bawahnya seperti 18ct, disebut "kecil", dan ukuran di atasnya (misal, 12ct, 10ct) disebut "besar". Kecuali memesan lewat toko online, saya belum pernah menemukan Aida 20, 22, 24ct. Bahkan AWein, kakak saya yang menggagas Kristik Islami, yang dibandingkan saya jauh lebih rajin dan teliti kalau mencari barang di pasar, belum pernah mendapatkannya. Kalau membutuhkan kain dengan lubang lebih banyak per-inci, kami menggunakan linen.
Linen merupakan kain yang dibuat dari flax, karenanya lebih kasar daripada Aida yang bahan dasarnya katun. Kebanyakan kain Linen tipenya 28ct-36ct. Woow, dua kali lipat banyaknya dibandingkan Aida, lubangnya kecil sekali? Jangan terburu-buru mengira kita membuat tusuk silang dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih kecil-kecil per-inci. Linen biasa digunakan untuk membuat tusuk silang dengan 3x3 lubang untuk satu silangan, artinya untuk tiap silangan kita melangkahi satu lubang. Jadi, kalau kita membuat kristik di atas kain linen 28ct, besar dan jumlah tusuk silang akan sama dengan Aida 14ct.
Keuntungan dari adanya "lubang tambahan" ini terasa benar saat kita membuat kristik dengan detail yang rumit, misalnya menggunakan banyak jahitan seperempat atau jahitan lain sebagai aksesoris yang memperindah kristik/memperkaya bentuk. Mengerjakan jahitan seperempat pada kain Aida membutuhkan ketelitian besar untuk menentukan titik tengah dari serat kain serta melibatkan resiko benang kusut karena menumpuk di atas tusuk silang yang sudah jadi. Bila menggunakan Linen, lubang tambahan di bagian tengahnya jelas memudahkan hal tersebut.
Selain itu, karena lebih rapat, kain linen menjadi dasaran yang manis bila kristik kita buat tanpa memenuhi seluruh permukaan kain. Contohnya, sebagai sarung bantal atau plakat. Makin lembut kain linen, makin kecil kotaknya, makin banyak campuran katunnya, makin halus serat flax-nya, dan... makin mahal harganya.
Berikut ini adalah contoh Linen:
Jobelan bisa dibilang perkawinan Linen-Aida. Tipe kain mulai dari 16, 20, 25, 28, sampai 32ct membuat kita dapat mengerjakan kristik secara detail seperti pada kain Linen, tapi harganya lebih murah karena terbuat dari katun (seperti Aida) dengan dicampur polyester. Bahkan, setidaknya dari berbagai katalog di toko-toko online, tersedia kain Jobelan emas dan perak yang bahan dasarnya serat polyacrylic dan metalik.
Berikut ini adalah contoh Jobelan
Lugana adalah kain kristik yang bahan dasarnya juga campuran, biasanya antara katun dan rayon sebagai komponen pokok, ditambah serat buatan lainnya dalam porsi yang lebih kecil. Lugana memiliki tipe 20, 25, 28, dan 32ct. Kelebihan Lugana adalah variasi warna dan kelenturan kain. Untuk warna mengilap, selain emas dan perak, Lugana juga memiliki warna metalik lain.
contoh kain Lugana:
Jenis-jenis kain tadi adalah kain yang umum dipakai membuat kristik. Masih ada beberapa jenis kain lainnya, pembaca dapat melihat di toko-toko kerajinan tangan penyedia bahan-bahan kristik ataupun menjelajahi dunia internet. Ada berbagai macam merk kain, sesuai dengan nama pabrikannya. Saya tidak menyarankan apalagi mengunggulkan salah satu merek dan pabrikan asal. Selain karena pemilihan kain untuk membuat kristik lebih berdasar pertimbangan yang jauh lebih rumit daripada sekadar rekomendasi saya yang tidak tahu persis ketersediaan kain tertentu di daerah anda, sekarang ini soal merk dan pabrikan terasa makin tak berperan.
Dulu, kain seperti Aida kualitasnya paling baik bila berasal dari Eropa atau Amerika Serikat. Negara-negara seperti Korea atau Cina memang membuat produk ini dengan tingkat mutunya yang masih ketinggalan. Tapi, sejak paruh 90-an, siapa jamin bahwa kain Eropa atau Amerika sejatinya bukan buatan Filipina, Indonesia, Vietnam, India atau negara-negara lain yang keringat buruhnya dihargai dengan begitu murah ditambah bonus tiadanya perlindungan memadai dari pemerintahnya?
Apalagi sekarang, dengan menggilanya doktrin-doktrin WTO di seluruh dunia, outsourcing besar-besaran dilakukan pabrik-pabrik dunia Barat --terutama ke Cina--, secara cepat Cina mencuri teknologi mereka dan setahap demi setahap secara cepat mulai menyamai kualitasnya di segala bidang. Kemudian, menyalip dunia Barat dalam hal memenuhi kebutuhan pasar. Mungkin tak ada yang bisa menantangnya kecepatan ekspansinya, sebab Cina amat kompetitif dalam persaingan harga.
Nah, bagi anda yang belum fanatik pada merk kain tertentu untuk membuat kristik, carilah kain yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda dan paling mudah anda dapatkan aksesnya. Saya berharap semoga tidak pakai berlama-lama industri tekstil kita bangkit sehingga kain kristik buatan Indonesia sudah baik kualitasnya serta gampang tersedia di pasar. Saat itu, barulah saya mau anjurkan merk dan pabrikan kain kristik. Tentu yang buatan Indonesia.
Wassalaam.

23 Mei 2008

Kristik Dasar: Membuat jahitan silang

Assalaamu'allaikum. Kristik atau strimin adalah seni yang telah lama dikenal oleh manusia. Peninggalan arkeologi di Mesir kuno membuktikan jenis kerajinan tangan ini telah dikembangkan sekitar dua ribuan tahun yang lalu. Hal ini tidaklah terlalu mengherankan karena membuat kristik, yang biasa juga disebut tusuk silang, terbilang amat mudah dipelajari dan bila ditekuni dapat menjadi hobi yang bermanfaat dan cukup menghasilkan. Pada dasarnya, membuat kristik adalah membuat jahitan bersilang (crossed) menurut pola yang dipilih.
Persiapan
Sebelum menjahit kristik, siapkan peralatan dan perlengkapannya. Ada baiknya bila tersedia beberapa batang jarum bila pola yang akan kita buat menggunakan banyak warna benang, sehingga tidak perlu berkali-kali mengganti benang di jarum yang sama. Pilihlah jarun dengan ujung tumpul dan lubang benang cukup besar. Saya biasa menggunakan jarum tapestry merk Gold Eye, ukuran 18, karena itu yang paling gampang saya dapatkan di toko terdekat. Bentuknya seperti ini: Ada juga jarum yang terbuat dari plastik, yang lebih tumpul lagi ujungnya serta lebih besar lubang benangnya.
Menjahit Kristik
Sebaiknya memulai silang jahitan kita di tengah untuk memastikan pola yang kita buat tidak melenceng terlalu ke kiri, kanan, atas, atau bawah. Kita dapat melihat bagian tengah ini dengan melihat tanda panah di tengah batas tepi pola atas, bawah, dan samping kiri-kanan. Bila tanda panah ini tidak ada, perhatikan penomoran baris dan kolom. Untuk bagian tengah kain, kita dapat menentukannya dengan cara sederhana, yaitu melipat kain secara horizontal lalu “mencubit” pertengahannya hingga membekas garis lipatan. Lakukan hal yang sama pada lipatan vertikal. Setelahnya kita akan mempunyai pertemuan bekas lipatan tersebut. Secara kasar, ini adalah bagian tengah dari kain yang kita gunakan. Mulailah menjahitkan kristik di daerah itu. Tentu saja, ini bukan harga mati untuk dilakukan. Anda dapat memulai dari kanan atas, kiri bawah, kanan bawah, atau tempat lainnya di kain. Pastikan pilihan tersebut paling memudahkan anda dan desain dapat terwujud pas di kain sehinngga tidak menyulitkan pemasangan kristik di pigura bila telah selesai.
Untuk mulai membuat silangan dengan rapi, tidak perlu membuat simpul benang untuk mencegahnya terlepas. Selain menjadikan kristik tidak rata, membuat simpul relatif lebih lama waktunya dan seringkali jahitan silang yang sudah jadi bisa gampang terbongkar bila simpulnya lepas. Cukup sisakan ujung benang seperlunya di belakang kain. Buatlah kristik sambil menyelipkan sisa benang ini di jahitan belakang. Untuk benang selanjutnya, selipkan dulu benang dengan panjang secukupnya di jahitan belakang ini sebelum mulai membuat silangan di bagian depan.
Kristik dapat dibuat dengan dua cara. Pertama, kita buat tiap silangan utuh sebelum melanjutkan ke silangan berikutnya, seperti ini:
Cara kedua adalah membuat sebaris atau sekolom paruh-silangan dengan satu arah (\\\\\) baru kemudian menimpanya dengan arah sebaliknya (/////), seperti ini:
Saya sendiri cenderung memilih cara kedua karena pengerjaan kristik secara keseluruhan jadi lebih cepat dan bagian belakangnya tampak lebih rapi teratur, tapi sekali lagi tentu saja kesukaan saya bukan rujukan utama.
Ingatlah untuk membuat silangan dengan arah yang sama, dan bila ada area berwarna sama cukup jauh letaknya, hindarkan untuk menggabungkan penjahitannya (tanpa memutus benang, melainkan melanjutkan dengan menyebakan untaian benang cukup panjang di bagian belakang). Hal ini bukan saja membuat bagian belakang kristik lumayan berantakan, tapi juga lebih boros benang, dan dapat saja untaian benang tersebut terlihat dari celah kain di bagian depan. Lebih baik memotong benang (setelah menyelipkan sedikit di tiga sampai lima jahitan belakang) dan memulai area jahitan yang berikutnya secara normal.
Tahap akhir
Setelah kristik kita selesai sesuai desainnya, ada baiknya mencuci kristik di air dingin. Keringkan dengan menekan-nekan kristik secara terbalik (bagian atas di bawah) pada selembar handuk/kain yang menyerap air. Bila air sudah tidak menetes, selagi kain masih lembab, letakkan kristik di antara lipatan handuk lembut, dan setrika hingga kering. Wassalaam.
Photos courtesy of Sally Bassiouni, Islamic and Arabic Crossstitch.

Entri Populer Minggu Ini